Pengurus Baru YPK Berharap Kerja Saling Topang untuk Pendidikan Papua

Jayapura, 24 Juni 2026; Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) periode 2026-2031 akhirnya diserahterimakan dengan pengurus YPK periode 2023-2028. Sertijab itu dilakukan di Graha Sara Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Argapura, Kota Jayapura, Papua, pada, (12/6/2026).

Sertijab itu disaksikan Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, pegawai Kantor Sinode, klasis dan para undangan lainnya. Proses pelantikan Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Kristen periode 2026-2031 dilakukan di Jayapura pada 12 April 2026.

Yayasan Pendidikan Kristen adalah yayasan yang di satukan dari Yayasan I.S Kijne, Yayasan Ottow Geissler dan Yayasan Persekolahan Kristen di bawa gereja GKI di Tanah Papua.

Pdt. Hiskia Rollo, Wakil Ketua I Sinode GKI di Tanah Papua memberikan apresiasi kepada Badan Pengurus YPK periode 2023-2028 yang telah menyelesaikan tugas-tugasnya.

“Terima kasih juga kepada mantan-mantan BP YPK yang telah bekerja di YPK. Terima kasih kepada mitra GKI, pemerintah provinsi, dinas pendidikan tingkat provinsi dan kota kabupaten di tanah Papua. Gereja hadirkan YPK untuk mendidik anak-anak Papua bagi pendidikan ke depan. Kita doakan kepada pengurus baru YPK untuk membawa YPK masuk kota emas,” ucap Pdt.Hiskia dalam sambutannya.

Johni Betaubun, Ketua Badan Pengurus YPK Periode 2023-2028 mengapresiasi dan berterima kasih kepada Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua.

“Terima kasih kepada BPS Sinode GKI untuk kepercayaan yang telah diberikan kepada saya walaupun saya masih muda untuk memimpin YPK. Saya hormati pengurus YPK 2023-2028, karena semua setia bekerja maka kita ada dan hari ini  bisa diserahterimakan,Johni Betaubun dalam sambutannya.

 “Dalam pleno badan, saya diusulkan jadi ketua YPK. [Saya] dianggap anak muda kenapa urus YPK, tetapi akhirnya disetujui badan pekerja sinode.”

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para gubernur dan bupati di seluruh tanah Papua dan masyarakat Papua untuk semua dukungan dan kerjasamanya demi Pendidikan yang lebih baik ke depan.

Terima kasih kepada kepala sekolah YPK di seluruh tanah Papua yang melayani dan mendidik siswa-siswi di sekolah.

Ia lalu menyampaikan selamat kepada Badan Pengurus YPK periode 2026-2031 yang akan mengemban tugas YPK ke depan.

“Karena YPK hari ini menuntut untuk lari bersama untuk pendidikan di tanah Papua. Marilah kita taruh kepentingan YPK dari pada kepentingan pribadi, agar YPK lebih maju demi pendidikan di tanah Papua.”

Dalam kesempatan tersebut, Johni Betaubun mengumumkan aset yang diserahterimakan sebesar Rp9 milyar lebih. “Kami tinggalkan [asset] sebesar 9 Milyar lebih,” jelas Betaubun.

Pdt. Abraham Ungirwalu, Ketua YPK periode 2026-2031 mengatakan keberadaan YPK di tanah Papua karena adanya tapak-tapak para pengurus sebelumnya.

“Hari ini karena ada tapak-tapak para pengurus sebelumnya [YPK]. YPK ke depan ditemukan kembali seperti eden, seperti era 60 dan 70 an – ini bisa terealisasi kembali. Kita optimis tantangan ke depan tantangan yang kompleks tetapi ke depan kita harapkan kembali menemukan citranya sebagai lembaga pendidikan di tanah Papua,” ujar Pdt. Ungirwalu.

Oleh sebab itu untuk pengembangan pendidikan di tanah Papua, Pdt. Ungirwalu berharap agar hasil keputusan Sidang Sinode [GKI ke-XVIII] di Waropen untuk 10 persen dana penerimaan gereja harus menjadi topangan untuk jalankan organisasi [YPK] secara maksimal.

“Berikanlah apa yang kaisar punya dan berikanlah apa yang Tuhan punya. Saya berharap kita kerja saling topang di antara kita semua,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *