Mengawali Tahun Pelayanan Universitas Ottow Geissler Papua Melaksanakan Ibadah Pembukaan Minggu Kerja.

Jayapura, 5 januari 20206, Untuk mengawali tahun pelayanan UOGP melaksanakan ibadah pembukaan di Lobby Universitas Ottow Geissler Papua. Ibadah tersebut dihadiri oleh seluruh pimpinan uogp,pimpinan pada fakultas Ekonomi & Bisnis, Fakultas Sains & teknologi dan Fakultas Pertanian,kehutanan dan Kelautan, ketua program studi dari 3 faktuas, biro-biro dan pusat dan staf unit yang ada di lingkungan uogp.
Dalam ibadah tersebut di pimpin oleh Pendeta Kampus Ibu Pdt. Nelince Wanma,S.Th.M.Th, dalam ibadah tersebut refleksi/renungan diambil dari kitab perjanjian lama kejadian 13:1-18.
Renungan: Mengawali Tahun Pelayanan dengan Pilihan yang Bijak
Kejadian 13:1-18
Pada Kejadian 13:1-18, kita membaca tentang peristiwa penting dalam hidup Abraham dan Lot. Setelah mereka keluar dari Mesir, mereka kembali ke tanah Kanaan, namun situasi semakin sulit karena kekayaan mereka yang melimpah menyebabkan perselisihan antara para gembala Abraham dan gembala Lot. Dalam situasi ini, Abraham menunjukkan sikap yang penuh kebijaksanaan dan kerendahan hati. Alih-alih memaksakan kehendak, Abraham memberikan Lot kesempatan untuk memilih bagian tanah yang lebih baik.
Abraham tidak memilih tanah terbaik untuk dirinya sendiri meski dia berhak untuk melakukannya. Sebaliknya, dia menyerahkan keputusan itu kepada Lot, yang kemudian memilih lembah Yordan yang subur. Keputusan Abraham ini menunjukkan sikap kerendahan hati dan iman yang besar kepada Tuhan. Abraham percaya bahwa Tuhan akan menyertai dan memberkati dirinya di mana pun dia berada. Pilihan Abraham mengajarkan kita bahwa dalam pelayanan, kita harus mampu mendahulukan kepentingan orang lain dan meletakkan kepercayaan kita sepenuhnya pada Tuhan.
Meskipun Lot memilih tanah yang tampaknya lebih baik secara fisik, kita tahu bahwa Tuhan tetap menyertai Abraham. Dalam kehidupan akademik dan pelayanan kita, sering kali kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang tampak menguntungkan secara duniawi. Namun, kita harus ingat bahwa Tuhanlah yang menuntun dan memberkati kita, bukan hanya berdasarkan pilihan yang tampak menguntungkan. Dalam pelayanan kita di tahun 2026, marilah kita terus menyerahkan setiap keputusan, tindakan, dan langkah kita kepada Tuhan, percaya bahwa Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita.
Setelah Lot memilih bagiannya, Tuhan muncul kepada Abraham dan menjanjikan bahwa seluruh tanah yang dilihatnya akan diberikan kepada keturunannya. Ini adalah janji yang menunjukkan pemeliharaan Tuhan yang tidak terbatas pada kondisi eksternal. Meskipun Abraham mungkin terlihat lebih “kurang beruntung” karena tidak mendapatkan pilihan tanah terbaik, Tuhan tetap setia pada janji-Nya. Hal ini mengingatkan kita bahwa dalam pelayanan dan pekerjaan kita, Tuhan tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi Dia juga hadir dalam setiap langkah yang kita ambil.
Tahun 2026 adalah awal dari perjalanan panjang dalam pelayanan akademik kita. Sebagai bagian dari Sivitas Akademika UOGP, kita diberi tanggung jawab untuk menjadi contoh dalam hidup beriman, bertindak dengan integritas, dan memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diemban. Seperti Abraham, kita diundang untuk memilih dengan bijaksana, mengutamakan kepentingan orang lain, dan mempercayakan setiap langkah kita kepada Tuhan.Semoga pelayanan kami di UOGP menjadi berkat bagi banyak orang dan memuliakan nama-Mu.
